Dokumentasi perjalanan profesional, karya, dan refleksi pembelajaran selama PPG Prajabatan 2026
Refleksi akhir Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing dan Filosofi Mengajar
Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Mengajar di SMK Negeri 2 Depok Sleman, salah satu sekolah vokasi menengah favorit di Yogyakarta. Mata pelajaran DDK Teknik Pemesinan dan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur.
Berakar dari Ambarketawang, Gamping, Sleman, sebuah kawasan dengan histori pesanggrahan pertama Keraton Yogyakarta. Harmoni kearifan lokal ini membentuk karakter saya menjadi pribadi yang menjunjung etika, ulet, adaptif, serta bertekad kuat membangun masyarakat melalui pendidikan kejuruan.
Melihat besarnya potensi anak muda vokasi memotivasi saya. Saya percaya pendidikan yang tepat tak hanya membekali teori, tapi juga skill teknis yang mampu mengubah nasib dan masa depan mereka.
Pendidikan bukan sekadar mengisi wadah yang kosong, melainkan menyalakan api yang akan terus berkobar menerangi masa depan.
Perjalanan karir dan pengalaman kerja yang membentuk dedikasi saya di bidang manufaktur, teknik mekanik, dan pendidikan vokasi.
Memimpin operasional proyek kontraktor bangunan, MEP, dan dapur MBG. Mengelola tim, sumber daya, dan K3, serta menyusun rencana arsitektur dan MEP.
ManagementMEPMengelola project pembuatan "Lembaga Pelatihan Kompetensi" (LMS). Merancang mesin pencacah plastik dan membuat Β±20 modul pelatihan berbasis kompetensi.
Project ManagementMechanical DesignMenjadi trainer untuk peserta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) DIY 2025 di bidang Prototype Modeling menggunakan CAD 3D Fusion 360.
TrainingCAD 3DMembuat modul ajar pengelasan dan CAD 3D. Sukses menciptakan proyek inovasi Standing Las Universal All Position.
EducationInnovationTrainer & Narasumber workshop 3D Printing untuk mold making Pengecoran Logam.
3D PrintingMold MakingMemonitoring dan melakukan pengecekan data. Melakukan kegiatan pemasaran melalui digital marketing.
MarketingOperator Machining Mesin Hartford 3210 dan Mesin EDM. Terlibat dalam Project Jig & Fixture Mobil Toyota dan Mold Making.
CNC MachiningJig & FixtureMendapatkan keahlian khusus dalam Pattern Making.
Training
Aug 2017 - Jun 2021 | Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur
Lulusan SMK satu satunya siswa yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN 2021.
Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini.
Sep 2021 - Apr 2025 | S1 Pendidikan Teknik Mesin
Lulusan Terbaik Fakultas Teknik dengan IPK 3.87/4.00 (Masa studi 3.5 Tahun). Aktif dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan.
Judul Skripsi: PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGGAMBAR CAD 3D PADA KOMPETENSI MEMBUAT MODEL 3D DENGAN SISTEM CAD DI PT STECHOQ ROBOTIKA INDONESIA
Jan 2026 - Sekarang | PPG Prajabatan 2026
Sedang menempuh program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.
Semua bukti fisik dari 18 sertifikat di atas telah disatukan dalam satu dokumen digital beresolusi tinggi.
π Lihat Bukti Fisik



















Modul ajar lengkap untuk mata pelajaran Teknik Dasar Produksi Bidang Manufaktur (Pertemuan 1).
Media presentasi dan dokumen visual pendukung untuk proses pemesinan bubut.
Media pembelajaran yang mengulas teknik dan teknologi pemotongan logam secara efisien.
Dokumen presentasi mengenai berbagai alat ukur mekanik dan cara penggunaannya yang presisi.
Media visual yang menjelaskan jenis, fungsi, dan penggunaan perkakas tangan di bengkel.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Contoh dokumen LKS untuk disematkan nanti.
Contoh dokumen asesmen untuk disematkan nanti.
Materi pembelajaran teknik dasar proses produksi.
Dokumentasi tugas siswa tentang mesin bubut mulai dari perhitungan hingga identifikasi komponen.
Dokumentasi tugas siswa tentang teknologi manufaktur terbaru dalam membantu proses produksi.
Modul ajar lanjutan untuk mata pelajaran Dasar Sistem Mekanik.
Media dan instrumen pendukung pembelajaran Dasar Sistem Mekanik.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Materi pembelajaran dasar sistem mekanik.
Dokumentasi video praktik mengajar materi pengelasan SMAW.
Modul ajar untuk mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur pada materi Pengelasan Dasar SMAW.
Dokumen presentasi atau media pendukung materi pengelasan dasar SMAW.
Materi pembelajaran komprehensif untuk pengelasan dasar SMAW.
Lembar Kerja Siswa dan Asesmen mengenai identifikasi dan spesifikasi mesin las SMAW.
Langkah-langkah persiapan sebelum melakukan praktik pengelasan SMAW.
Pengenalan jenis, fungsi, dan klasifikasi elektroda pada pengelasan.
Pemahaman mengenai berbagai posisi standar dalam pengelasan SMAW.
Prosedur asesmen untuk mengevaluasi kualitas jalur dan cacat las secara visual.
Dokumentasi produk dan hasil kerja siswa selama pembelajaran Siklus 3.
ANALISIS & EVALUASI
Penyusunan produk pembelajaran tidak hanya berhenti pada pembuatan dokumen, tetapi...
Produk pembelajaran disusun dengan dasar pedagogis yang menempatkan siswa sebagai...
Keberhasilan penerapan produk pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sejauh mana...
Produk pembelajaran perlu disiapkan agar dapat menyesuaikan kelas dengan latar...
Analisis ini menunjukkan bahwa produk pembelajaran perlu kuat secara rancangan, mudah dijalankan, dan cukup lentur untuk menyesuaikan kelas yang berbeda.
RPP perlu menjadi peta pembelajaran yang jelas, tetapi tetap menyediakan ruang adaptasi. Bagian tujuan, kegiatan inti, asesmen, dan refleksi harus saling terhubung agar guru tidak hanya menjalankan langkah, tetapi memahami alasan pedagogis di balik setiap langkah.
Media perlu memperjelas konsep inti, memancing perhatian, dan membantu siswa melihat contoh sebelum masuk ke praktik. Media yang baik tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengurangi miskonsepsi dan mempercepat pemahaman awal.
LKM perlu memandu langkah kerja secara bertahap agar siswa dapat belajar mandiri sambil tetap memiliki arah yang jelas. Petunjuk, contoh, ruang jawaban, dan urutan tugas harus membantu siswa berpikir, bukan sekadar mengisi lembar kerja.
Asesmen tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga membaca proses, kesulitan, dan kebutuhan penguatan berikutnya. Hasil asesmen perlu menjadi dasar revisi media, perbaikan LKM, dan penguatan materi pada pertemuan berikutnya.
Refleksi: Guru pamong menilai penyusunan perangkat pembelajaran sudah sangat baik dan dapat untuk dilakukan publikasi kepada murid serta instrumen asesmen sudah mencakup kebutuhan murid di jurusan TP dan TFLM SMKN 2 Depok
Refleksi: Guru Pamong melihat proses pemberian materi kepada murid sudah baik mencakup dari awal pembukaan yang diimbangi dengan apresepsi hingga exit ticket sebagai penutup refleksi murid.
Menghadirkan pendidikan vokasi yang adil, bermakna, dan menyenangkan agar setiap peserta didik memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik di dunia industri.
Membekali peserta didik dengan keterampilan teknologi manufaktur, DDK TP, dan TFLM yang relevan dengan kebutuhan dunia industri modern.
Menumbuhkan semangat belajar, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi agar peserta didik siap menghadapi tantangan inovasi manufaktur masa depan.
Mengembangkan keahlian teknis Dasar-Dasar Kejuruan Teknik Pemesinan (DDK TP) dan Teknik Fabrikasi Logam & Manufaktur (TFLM) agar pembelajaran selalu selaras dengan industri terkini.
Merancang pembelajaran teori yang aktif, bermakna, dan kontekstual dengan pendekatan kehidupan sehari-hari serta kebutuhan industri, sehingga peserta didik mampu memahami konsep secara mendalam dan mengaplikasikannya di dunia kerja.
Memiliki semangat belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap evaluasi diri, dan menjadikan keberhasilan kompetensi peserta didik sebagai motivasi utama.
Menjadi contoh nyata etos kerja, ketepatan waktu, dan tanggung jawab bagi peserta didik dalam setiap aspek pembelajaran.
Senantiasa mengevaluasi praktik mengajar, terbuka terhadap kritik membangun, dan mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum maupun teknologi industri.
Berani bereksperimen dengan metode dan media pembelajaran baru, serta membangun kolaborasi dengan rekan sejawat dan mitra industri untuk peningkatan mutu pendidikan.
Dokumentasi refleksi perjalanan Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing dan prinsip-prinsip yang mendasari pengajaran teori Dasar-Dasar Keahlian (DDK) saya sebagai calon guru profesional.
Analisis dan perenungan mendalam atas pengalaman mengajar teori Dasar-Dasar Keahlian (DDK) jurusan TP dan TFLM, tantangan yang dihadapi, serta masukan konstruktif untuk pengembangan diri berkelanjutan.
Pemahaman mendalam mengenai dinamika kelas, diferensiasi siswa dalam menyerap teori DDK, dan integrasi K3 secara konseptual.
Menganalogikan konsep abstrak teknik menjadi sederhana dan menghadapi kesenjangan pemahaman teori awal siswa.
Evaluasi DPL dan Guru Pamong untuk persiapan menuju tahap PPL Mandiri.
Prinsip, keyakinan, dan nilai yang mendasari praktik pengajaran saya sebagai calon pendidik vokasi yang profesional.
Filosofi mengajar saya berakar pada keyakinan bahwa pendidikan kejuruan harus memiliki fondasi konseptual yang sangat kuat. Mengacu pada teori Konstruktivisme dari Jean Piaget dan Experiential Learning dari David Kolb, saya memandang siswa bukan sebagai bejana kosong, melainkan sebagai individu yang aktif membangun pengetahuannya sendiri melalui pemahaman teoretis dan studi kasus nyata. Oleh karena itu, saya selalu mengupayakan agar setiap sesi pembelajaran teori Dasar-Dasar Keahlian (DDK) Teknik Pemesinan (TP) dan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (TFLM) bukan hanya tentang menghafal rumus atau definisi, melainkan tentang memahami logika keteknikan, yaitu 'mengapa' dan 'bagaimana' sebuah prinsip permesinan dan manufaktur bekerja.
Sebagai pendidik teori, saya memposisikan diri sebagai fasilitator yang senantiasa hadir memberikan dukungan kognitif yang proporsional. Selaras dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan Scaffolding yang digagas oleh Lev Vygotsky, saya meyakini bahwa intervensi guru harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan konseptual siswa. Saya berkomitmen untuk mendampingi langkah mereka dalam memahami logika dasar keteknikan, dari fase pengenalan konsep hingga kemampuan analitis mandiri, memastikan bahwa pembelajaran teori berlangsung secara bermakna, aplikatif, dan inklusif (Teaching at the Right Level).
Dalam mendampingi proses belajar, saya menerapkan Sistem Among (sebuah filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara) di mana guru berperan sebagai "pamong" (fasilitator dan pengarah) bagi peserta didik. Saya meyakini bahwa setiap siswa memiliki potensi unik yang perlu didorong untuk berkembang secara mandiri melalui tuntunan, bukan paksaan. Sebagai pamong di kelas teori kejuruan, peran utama saya bukanlah sekadar mentransfer pengetahuan dasar teknik, melainkan memfasilitasi diskusi, menumbuhkan nalar kritis, dan mengarahkan cara berpikir siswa agar mereka mampu memecahkan masalah keteknikan secara mandiri dan penuh tanggung jawab.