Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Mengajar di SMK Negeri 2 Depok Sleman, salah satu sekolah vokasi menengah favorit di Yogyakarta. Mata pelajaran DDK Teknik Pemesinan dan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur.
Berakar dari Ambarketawang, Gamping, Sleman, sebuah kawasan dengan histori pesanggrahan pertama Keraton Yogyakarta. Harmoni kearifan lokal ini membentuk karakter saya menjadi pribadi yang menjunjung etika, ulet, adaptif, serta bertekad kuat membangun masyarakat melalui pendidikan kejuruan.
Melihat besarnya potensi anak muda vokasi memotivasi saya. Saya percaya pendidikan yang tepat tak hanya membekali teori, tapi juga skill teknis yang mampu mengubah nasib dan masa depan mereka.
Pendidikan bukan sekadar mengisi wadah yang kosong, melainkan menyalakan api yang akan terus berkobar menerangi masa depan.
Perjalanan karir dan pengalaman kerja yang membentuk dedikasi saya di bidang manufaktur, teknik mekanik, dan pendidikan vokasi.
Memimpin operasional proyek kontraktor bangunan, MEP, dan dapur MBG. Mengelola tim, sumber daya, dan K3, serta menyusun rencana arsitektur dan MEP.
Mengelola project pembuatan "Lembaga Pelatihan Kompetensi" (LMS). Merancang mesin pencacah plastik dan membuat ยฑ20 modul pelatihan berbasis kompetensi.
Menjadi trainer untuk peserta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) DIY 2025 di bidang Prototype Modeling menggunakan CAD 3D Fusion 360.
Membuat modul ajar pengelasan dan CAD 3D. Sukses menciptakan proyek inovasi Standing Las Universal All Position.
Trainer & Narasumber workshop 3D Printing untuk mold making Pengecoran Logam.
Memonitoring dan melakukan pengecekan data. Melakukan kegiatan pemasaran melalui digital marketing.
Operator Machining Mesin Hartford 3210 dan Mesin EDM. Terlibat dalam Project Jig & Fixture Mobil Toyota dan Mold Making.
Mendapatkan keahlian khusus dalam Pattern Making.
Aug 2017 - Jun 2021 | Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur
Lulusan SMK satu satunya siswa yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN 2021.
Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini.
Sep 2021 - Apr 2025 | S1 Pendidikan Teknik Mesin
Lulusan Terbaik Fakultas Teknik dengan IPK 3.87/4.00 (Masa studi 3.5 Tahun). Aktif dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan.
Judul Skripsi: PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGGAMBAR CAD 3D PADA KOMPETENSI MEMBUAT MODEL 3D DENGAN SISTEM CAD DI PT STECHOQ ROBOTIKA INDONESIA
Jan 2026 - Sekarang | PPG Prajabatan 2026
Sedang menempuh program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.
Dokumentasi perjalanan profesional, sertifikat keahlian, dokumentasi galeri, dan analisis artefak pembelajaran.
Refleksi akhir Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing dan pendalaman Filosofi Mengajar Ki Hadjar Dewantara.
Analisis 6 komponen pembelajaran mandiri: rancangan, materi, media, video mengajar, nonmengajar, & asesmen.
Karya terbaik rancangan pembelajaran lengkap, video praktik mengajar mandiri alat ukur presisi, laporan evaluasi asesmen, dan roadmap 5 siklus.
Siklus refleksi 4C, eksplorasi artefak, dan telaah mendalam refleksi 5 mata kuliah selama perkuliahan PPG.
Semua bukti fisik dari 18 sertifikat di atas telah disatukan dalam satu dokumen digital beresolusi tinggi.
Lihat Bukti Fisik



















Modul ajar lengkap untuk mata pelajaran Teknik Dasar Produksi Bidang Manufaktur (Pertemuan 1).
Media presentasi dan dokumen visual pendukung untuk proses pemesinan bubut.
Media pembelajaran yang mengulas teknik dan teknologi pemotongan logam secara efisien.
Dokumen presentasi mengenai berbagai alat ukur mekanik dan cara penggunaannya yang presisi.
Media visual yang menjelaskan jenis, fungsi, dan penggunaan perkakas tangan di bengkel.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Contoh dokumen LKS untuk disematkan nanti.
Contoh dokumen asesmen untuk disematkan nanti.
Materi pembelajaran teknik dasar proses produksi.
Dokumentasi tugas siswa tentang mesin bubut mulai dari perhitungan hingga identifikasi komponen.
Dokumentasi tugas siswa tentang teknologi manufaktur terbaru dalam membantu proses produksi.
Modul ajar lanjutan untuk mata pelajaran Dasar Sistem Mekanik.
Media dan instrumen pendukung pembelajaran Dasar Sistem Mekanik.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Dokumen LKM untuk kegiatan pembelajaran.
Materi pembelajaran dasar sistem mekanik.
Dokumentasi video praktik mengajar materi pengelasan SMAW.
Modul ajar untuk mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur pada materi Pengelasan Dasar SMAW.
Dokumen presentasi atau media pendukung materi pengelasan dasar SMAW.
Materi pembelajaran komprehensif untuk pengelasan dasar SMAW.
Lembar Kerja Siswa dan Asesmen mengenai identifikasi dan spesifikasi mesin las SMAW.
Langkah-langkah persiapan sebelum melakukan praktik pengelasan SMAW.
Pengenalan jenis, fungsi, dan klasifikasi elektroda pada pengelasan.
Pemahaman mengenai berbagai posisi standar dalam pengelasan SMAW.
Prosedur asesmen untuk mengevaluasi kualitas jalur dan cacat las secara visual.
Dokumentasi produk dan hasil kerja siswa selama pembelajaran Siklus 3.
ANALISIS & EVALUASI
Penyusunan produk pembelajaran tidak hanya berhenti pada pembuatan dokumen, tetapi...
Produk pembelajaran disusun dengan dasar pedagogis yang menempatkan siswa sebagai...
Keberhasilan penerapan produk pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sejauh mana...
Produk pembelajaran perlu disiapkan agar dapat menyesuaikan kelas dengan latar...
Analisis ini menunjukkan bahwa produk pembelajaran perlu kuat secara rancangan, mudah dijalankan, dan cukup lentur untuk menyesuaikan kelas yang berbeda.
RPP perlu menjadi peta pembelajaran yang jelas, tetapi tetap menyediakan ruang adaptasi. Bagian tujuan, kegiatan inti, asesmen, dan refleksi harus saling terhubung agar guru tidak hanya menjalankan langkah, tetapi memahami alasan pedagogis di balik setiap langkah.
Media perlu memperjelas konsep inti, memancing perhatian, dan membantu siswa melihat contoh sebelum masuk ke praktik. Media yang baik tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengurangi miskonsepsi dan mempercepat pemahaman awal.
LKM perlu memandu langkah kerja secara bertahap agar siswa dapat belajar mandiri sambil tetap memiliki arah yang jelas. Petunjuk, contoh, ruang jawaban, dan urutan tugas harus membantu siswa berpikir, bukan sekadar mengisi lembar kerja.
Asesmen tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga membaca proses, kesulitan, dan kebutuhan penguatan berikutnya. Hasil asesmen perlu menjadi dasar revisi media, perbaikan LKM, dan penguatan materi pada pertemuan berikutnya.
Refleksi: Guru pamong menilai penyusunan perangkat pembelajaran sudah sangat baik dan dapat untuk dilakukan publikasi kepada murid serta instrumen asesmen sudah mencakup kebutuhan murid di jurusan TP dan TFLM SMKN 2 Depok
Refleksi: Guru Pamong melihat proses pemberian materi kepada murid sudah baik mencakup dari awal pembukaan yang diimbangi dengan apresepsi hingga exit ticket sebagai penutup refleksi murid.
Menghadirkan pendidikan vokasi yang adil, bermakna, dan menyenangkan agar setiap peserta didik memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik di dunia industri.
Membekali peserta didik dengan keterampilan teknologi manufaktur, DDK TP, dan TFLM yang relevan dengan kebutuhan dunia industri modern.
Menumbuhkan semangat belajar, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi agar peserta didik siap menghadapi tantangan inovasi manufaktur masa depan.
Mengembangkan keahlian teknis Dasar-Dasar Kejuruan Teknik Pemesinan (DDK TP) dan Teknik Fabrikasi Logam & Manufaktur (TFLM) agar pembelajaran selalu selaras dengan industri terkini.
Merancang pembelajaran teori yang aktif, bermakna, dan kontekstual dengan pendekatan kehidupan sehari-hari serta kebutuhan industri, sehingga peserta didik mampu memahami konsep secara mendalam dan mengaplikasikannya di dunia kerja.
Memiliki semangat belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap evaluasi diri, dan menjadikan keberhasilan kompetensi peserta didik sebagai motivasi utama.
Menjadi contoh nyata etos kerja, ketepatan waktu, dan tanggung jawab bagi peserta didik dalam setiap aspek pembelajaran.
Senantiasa mengevaluasi praktik mengajar, terbuka terhadap kritik membangun, dan mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum maupun teknologi industri.
Berani bereksperimen dengan metode dan media pembelajaran baru, serta membangun kolaborasi dengan rekan sejawat dan mitra industri untuk peningkatan mutu pendidikan.
Dokumentasi refleksi perjalanan Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing dan prinsip-prinsip yang mendasari pengajaran teori Dasar-Dasar Keahlian (DDK) saya sebagai calon guru profesional.
Analisis dan perenungan mendalam atas pengalaman mengajar teori Dasar-Dasar Keahlian (DDK) jurusan TP dan TFLM, tantangan yang dihadapi, serta masukan konstruktif untuk pengembangan diri berkelanjutan.
Pemahaman mendalam mengenai dinamika kelas, diferensiasi siswa dalam menyerap teori DDK, dan integrasi K3 secara konseptual.
Menganalogikan konsep abstrak teknik menjadi sederhana dan menghadapi kesenjangan pemahaman teori awal siswa.
Evaluasi DPL dan Guru Pamong untuk persiapan menuju tahap PPL Mandiri.
Prinsip, keyakinan, dan nilai yang mendasari praktik pengajaran saya sebagai calon pendidik vokasi yang profesional.
Filosofi mengajar saya berakar pada keyakinan bahwa pendidikan kejuruan harus memiliki fondasi konseptual yang sangat kuat. Mengacu pada teori Konstruktivisme dari Jean Piaget dan Experiential Learning dari David Kolb, saya memandang siswa bukan sebagai bejana kosong, melainkan sebagai individu yang aktif membangun pengetahuannya sendiri melalui pemahaman teoretis dan studi kasus nyata. Oleh karena itu, saya selalu mengupayakan agar setiap sesi pembelajaran teori Dasar-Dasar Keahlian (DDK) Teknik Pemesinan (TP) dan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (TFLM) bukan hanya tentang menghafal rumus atau definisi, melainkan tentang memahami logika keteknikan, yaitu 'mengapa' dan 'bagaimana' sebuah prinsip permesinan dan manufaktur bekerja.
Sebagai pendidik teori, saya memposisikan diri sebagai fasilitator yang senantiasa hadir memberikan dukungan kognitif yang proporsional. Selaras dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan Scaffolding yang digagas oleh Lev Vygotsky, saya meyakini bahwa intervensi guru harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan konseptual siswa. Saya berkomitmen untuk mendampingi langkah mereka dalam memahami logika dasar keteknikan, dari fase pengenalan konsep hingga kemampuan analitis mandiri, memastikan bahwa pembelajaran teori berlangsung secara bermakna, aplikatif, dan inklusif (Teaching at the Right Level).
Dalam mendampingi proses belajar, saya menerapkan Sistem Among (sebuah filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara) di mana guru berperan sebagai "pamong" (fasilitator dan pengarah) bagi peserta didik. Saya meyakini bahwa setiap siswa memiliki potensi unik yang perlu didorong untuk berkembang secara mandiri melalui tuntunan, bukan paksaan. Sebagai pamong di kelas teori kejuruan, peran utama saya bukanlah sekadar mentransfer pengetahuan dasar teknik, melainkan memfasilitasi diskusi, menumbuhkan nalar kritis, dan mengarahkan cara berpikir siswa agar mereka mampu memecahkan masalah keteknikan secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
Dokumentasi analisis komprehensif atas pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL II) di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Memuat telaah kritis terhadap rancangan pembelajaran, materi ajar, media, video pelaksanaan mandiri, kegiatan nonmengajar, serta instrumen asesmen pembelajaran.
KOMPONEN 1
Kajian mendalam atas penyusunan rancangan Modul Ajar (RPP) pada praktik mengajar mandiri di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Menerapkan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Pendekatan DUP (Diferensiasi, Understanding, Praktik) terintegrasi TaRL dan CRT, serta Metode Ceramah Interaktif yang mencakup 3 materi pokok: K3LH, Teknik Dasar Produksi, dan Pengetahuan Bahan.
Menghubungkan konsep teoritis teknik dengan realitas dunia kerja industri manufaktur dan pengalaman empiris siswa di bengkel. Mengaktifkan 7 pilar CTL (konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan asesmen autentik).
Sinergi pendekatan DUP (Diferensiasi, Understanding, Praktik) untuk fondasi konseptual mendalam, TaRL (Teaching at the Right Level) untuk akomodasi kesiapan awal siswa, dan CRT (Culturally Responsive Teaching) berbasis kearifan lokal & etos kerja Tamansiswa.
Mengubah pola penyampaian satu arah menjadi sesi komunikatif dinamis melalui pertanyaan pemantik (trigger questions), demonstrasi spesimen riil, tayangan multimedia singkat, dan umpan balik berkala (check for understanding).
Rancangan menyatukan tiga fondasi teknik secara terpadu: penerapan budaya keselamatan K3LH, pemahaman alur Teknik Dasar Produksi manufaktur, dan analisis karakteristik Pengetahuan Bahan sebelum eksekusi mesin.
KOMPONEN 2
Kajian terhadap kedalaman materi, kontekstualisasi kebutuhan industri manufaktur, dan efektivitas bahan ajar dalam memfasilitasi kemandirian belajar siswa vokasi.
Materi disusun dengan alur bergradasi dari pemahaman konseptual (geometri pahat, jenis tatal, sifat mampu las) menuju kalkulasi teknis (kecepatan potong, putaran spindel) hingga eksekusi praktik pada benda kerja.
Materi dikaitkan langsung dengan standar toleransi dimensi ISO dan kriteria mutu sambungan las AWS D1.1 yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja mitra industri SMK Negeri 2 Depok Sleman.
Penyusunan modul ringkas dengan ilustrasi visual teknik dan diagram alur langkah kerja sangat efektif mengurangi beban kognitif siswa dan mempercepat pemahaman instruksi kerja di bengkel.
Mengidentifikasi dan meluruskan miskonsepsi umum siswa terkait hubungan diameter benda kerja dengan pemilihan kecepatan putar mesin, serta sudut elektroda terhadap penetrasi cairan las.
KOMPONEN 3
Evaluasi komprehensif atas penerapan media pembelajaran terpadu: perpaduan antara Buku Bahan Ajar (Cetak & Digital) sebagai referensi konseptual fundamental dan platform interaktif Web Labs BIMO Manufacturing yang dilengkapi fitur Materi Interaktif, Simulator Manufaktur Virtual, serta Bank Soal & Kuis Real-Time dalam mengakselerasi kesiapan dan kemandirian belajar siswa vokasi.
Buku bahan ajar cetak dan digital berfungsi sebagai pegangan utama (handout/jobsheet) tahan oli di bengkel yang menyajikan gambar kerja teknik presisi berstandar ISO, tabel cutting speed, dan SOP keselamatan K3LH.
Platform e-learning inovatif yang memadukan materi visual interaktif, animasi permesinan 3D, dan navigasi belajar modular yang dapat diakses fleksibel 24/7 untuk mendukung konsep flipped classroom.
Fitur simulator virtual pada Web Labs BIMO Manufacturing memfasilitasi eksplorasi mandiri penyetelan tuas RPM mesin, pencekaman pahat bubut/frais, dan alur permesinan tanpa risiko kerusakan alat atau cedera fisik.
Fitur bank soal interaktif dengan skoring otomatis instan berfungsi sebagai pre-test tiket operasional mesin dan post-test penguatan teori, memetakan daya serap siswa secara real-time sebelum menyalakan mesin nyata.
Pemanfaatan Web Labs interaktif dan buku ajar operasional untuk mewujudkan pembelajaran presisi yang menyenangkan dan berpusat pada siswa.
KOMPONEN 4
Refleksi mendalam berbasis rekaman video pelaksanaan praktik mengajar mandiri di SMK Negeri 2 Depok Sleman pada materi Pengenalan & Penggunaan Alat Ukur Presisi (Jangka Sorong & Mikrometer Sekrup). Menganalisis keterampilan apersepsi, teknik pemodelan (modeling), scaffolding bimbingan pembacaan skala nonius, serta pembiasaan SOP perawatan instrumen presisi.
Membuka pembelajaran dengan menampilkan studi kasus kegagalan perakitan komponen mesin akibat deviasi dimensi 0.05 mm, menumbuhkan kesadaran kritis siswa akan nilai presisi di industri manufaktur.
Demonstrasi guru memposisikan rahang ukur tegak lurus benda kerja, teknik memutar rachet thimble mikrometer, dan penekanan sudut pandang mata 90ยฐ untuk meniadakan kesalahan paralaks.
Guru memberikan pertanyaan penuntun (scaffolding) saat siswa membaca garis nonius berimpit pada ketelitian 0.05 mm dan 0.02 mm, serta memandu kalibrasi titik nol (zero error) secara mandiri.
Uji akurasi pengukuran mandiri siswa terhadap spesimen silinder bertingkat, dilanjutkan evaluasi hasil ukur antar-teman (peer-assessment) dan penerapan SOP pembersihan serta penyimpanan alat presisi.
Dokumentasi video autentik pelaksanaan praktik mengajar mandiri materi Alat Ukur Jangka Sorong & Mikrometer Sekrup. Menampilkan sintaks pembelajaran lengkap dari apersepsi kontekstual, pemodelan penggunaan alat ukur, bimbingan mandiri siswa, hingga asesmen unjuk kerja dan perawatan alat.
KOMPONEN 5
Refleksi mendalam dan analisis kritis atas pelaksanaan kegiatan nonmengajar selama PPL II di SMK Negeri 2 Depok Sleman, yang difokuskan pada Pembina & Pendampingan Gerakan Pramuka dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan, serta Pendampingan Intensif Lomba Kompetensi Siswa (LKS) & Ekstrakurikuler Kejuruan dalam pembinaan kompetensi teknis presisi tinggi dan ketahanan mental juara.
Menginternalisasikan nilai luhur Tri Satya dan Dasa Darma dalam latihan kepramukaan rutin untuk membentuk kedisiplinan mandiri, ketepatan waktu, dan integritas etika yang selaras dengan etos kerja industri modern.
Melalui sistem beregu (Patrol System), baris-berbaris (PBB), tali-temali (pioneering), dan penjelajahan, siswa dilatih kepemimpinan lapangan, komunikasi asertif, serta ketahanan mental dalam mengatasi hambatan kelompok.
Mentoring teknis intensif bagi siswa delegasi LKS bidang permesinan (CNC Turning/Milling & Bubut Manual): membedah gambar kerja standar internasional, kalkulasi parameter potong presisi, dan efisiensi waktu kerja.
Pembinaan psikologis dan simulasi bertarget waktu (stress-testing) dalam ekstrakurikuler kejuruan untuk membangun daya tahan mental kompetisi, ketenangan saat menghadapi masalah teknis, serta budaya continuous improvement (Kaizen).
Berperan aktif memfasilitasi kegiatan perkemahan, upacara apel pembukaan/penutupan latihan, pemberian materi kepemimpinan, PBB tongkat, pioneering, dan penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Depok Sleman.
Mendampingi secara intensif siswa berprestasi dalam simulasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang permesinan/CNC dan ekstrakurikuler kejuruan: pembacaan gambar kerja presisi, kalibrasi alat ukur mikrometer, serta uji coba benda kerja.
KOMPONEN 6
Penyusunan sistem asesmen terintegrasi (Diagnostik, Formatif, dan Sumatif) yang diterapkan pada praktik mengajar mandiri di SMK Negeri 2 Depok Sleman. Dilengkapi analisis kuantitatif ketercapaian Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP), pengolahan statistik hasil belajar, serta rekapitulasi Data Penilaian Digital (Google Sheets).
Pemetaan prasyarat kognitif dasar pengukuran dan kesiapan afektif K3 bengkel untuk mengelompokkan peserta didik secara berdiferensiasi (Teaching at the Right Level - TaRL).
Checklist observasi proses kerja real-time: memantau kepatuhan APD, teknik kalibrasi alat ukur, pengaturan putaran mesin, serta pemberian umpan balik korektif seketika (on-the-spot feedback).
Rubrik evaluasi dimensional benda kerja berbasis standar toleransi ISO (ยฑ0.05 mm), kehalusan permukaan N7, serta tes sumatif penguasaan teori pemesinan dan pembacaan nonius.
Pengolahan statistik hasil belajar pada Google Sheets data penilaian untuk mengidentifikasi tingkat ketuntasan klasikal, program remedial terbimbing, serta pengayaan siswa berprestasi.
Dokumentasi terstruktur pelaksanaan 5 Siklus PPL II di SMK Negeri 2 Depok Sleman: menyajikan 3 Pokok Materi Kejuruan berjejer sejajar (K3LH, Teknik Produksi, & Pengetahuan Bahan), panggung Video Praktik Mengajar Alat Ukur Presisi yang disandingkan langsung dengan RPP Pendamping, serta instrumen asesmen digital.
Distribusi terstruktur 5 Siklus PPL II di Fase E Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Depok Sleman, dikelompokkan ke dalam 3 Pokok Materi Kejuruan berjejer sejajar. Dilengkapi pratinjau dokumen RPP dan tombol langsung untuk menampilkan RPP pilihan di samping pemutar video.
Fondasi keselamatan bengkel perkakas mesin: identifikasi potensi bahaya mekanik, kepatuhan APD berstandar industri 100%, tanggap darurat APAR, penyusunan Job Safety Analysis (JSA), serta pembiasaan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).
Inti pemesinan & metrologi industri: pengenalan alat ukur presisi (jangka sorong & mikrometer sekrup), prinsip kerja mesin bubut standar, mesin bor bangku, pengelasan SMAW, serta kalkulasi parameter potong (Cutting Speed & RPM).
Karakteristik & pemilihan material manufaktur: klasifikasi logam ferro, non-ferro, dan non-logam, analisis sifat fisik (massa jenis, titik lebur), sifat kimia (korosi), sifat listrik, serta sifat mekanik (kekuatan, kekerasan, keuletan, ketangguhan).
Rekaman video pelaksanaan praktik mengajar mandiri materi alat ukur presisi (Siklus 2 & 3) disandingkan secara langsung berdampingan dengan dokumen RPP pendamping. Anda dapat memutar video di sisi kiri dan menelaah dokumen RPP di sisi kanan secara simultan tanpa berpindah halaman.
Rekaman autentik praktik mengajar mandiri di Bengkel Mesin SMK Negeri 2 Depok Sleman. Menampilkan sintaks lengkap: apersepsi toleransi ISO, pemodelan sikap presisi tanpa kesalahan paralaks, bimbingan mandiri scaffolding pembacaan nonius, dan SOP 5R perawatan alat.
Operasi mesin bubut standar, mesin bor bangku, pengelasan busur manual SMAW, kalkulasi parameter potong (Cutting Speed & RPM), serta aplikasi pengukuran presisi metrologi.
Keterampilan pengukuran alat ukur presisi pada video di samping merupakan prasyarat teknis langsung (prerequisite) yang diintegrasikan dalam RPP ini untuk memastikan toleransi dimensi benda kerja saat pembubutan.
Rekapitulasi autentik capaian belajar 36 siswa Fase E Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Depok Sleman sepanjang 5 siklus praktik mengajar mandiri, terintegrasi dengan Google Sheets nilai dan Web Labs BIMO Manufacturing.
Pemetaan terstruktur 5 Siklus PPL II di SMK Negeri 2 Depok Sleman (T.A. 2026/2027) berdasarkan dokumen resmi Time Line dan Rencana Mengajar. Mengintegrasikan materi K3LH, Metrologi Alat Ukur, Pemesinan Produksi, dan Pengetahuan Bahan Teknik.
Identifikasi bahaya bengkel mesin, pengenalan APD, penanganan darurat APAR, budaya 5R, perkakas tangan manual (kikir, gergaji, pahat), mesin portabel, dan Job Safety Analysis (JSA).
Pengenalan & penggunaan alat ukur presisi (jangka sorong & mikrometer sekrup) sesuai SOP metrologi industri, teknologi cutting/non-cutting manufaktur, dan perkakas bertenaga (power tools).
Pemesinan dasar mesin bubut standar (prinsip kerja, eretan, kepala lepas), mesin bor bangku, pengelasan busur manual (SMAW), serta prosedur pemindahan material bengkel.
Klasifikasi bahan teknik (logam ferro, nonferro, nonlogam), analisis sifat fisik (massa jenis, titik lebur, konduktivitas termal), dan sifat kimia (oksidasi, korosi elektrokimia, & proteksi permukaan).
Analisis sifat mampu listrik (konduktivitas, resistivitas, isolator dielektrik, K3 listrik) dan sifat mampu mekanik (kekuatan, kekerasan, keuletan, ketangguhan, machinability) dalam pemilihan material mesin.
Perbandingan reflektif perkembangan kompetensi pedagogik dan profesional guru dari Siklus 1 (UTS) hingga Siklus 2 s.d. 5 (UAS).
Siklus 1 (UTS): Terfokus pada pemenuhan kelengkapan sintaks K3LH dan tata tertib dasar bengkel.
Siklus 2-5 (UAS): Bertransformasi menjadi modul ajar multidisiplin (Metrologi, Pemesinan Produksi, Pengetahuan Bahan) berbasis CTL & TaRL.
Siklus 1 (UTS): Pengawasan K3 masih banyak bergantung pada instruksi lisan langsung dari guru.
Siklus 2-5 (UAS): K3LH dan budaya 5R telah mengakar menjadi kesadaran mandiri siswa dalam merawat alat presisi dan mesin perkakas.
Siklus 1 (UTS): Guru cenderung cepat memberikan jawaban langsung saat siswa menemui kendala teknis.
Siklus 2-5 (UAS): Guru mengoptimalkan bimbingan penuntun (Sistem Among) yang merangsang nalar kritis siswa memecahkan masalah ukuran & sifat bahan secara mandiri.
Siklus 1 (UTS): Pembawaan masih sedikit kaku dan terikat ketat pada batasan waktu alokasi sintaks.
Siklus 2-5 (UAS): Sangat luwes, interaktif, demonstrasi pemodelan tanpa paralaks terekam presisi, dan mencerminkan postur pendidik vokasi profesional.
Perjalanan Praktik Mengajar Mandiri pada Semester 2 membuktikan bahwa pengajaran kejuruan yang unggul membutuhkan perpaduan antara ketelitian rancangan teknis dan kehangatan relasi pedagogis. Dari evaluasi Siklus 1 di tahap UTS (membangun budaya K3LH dan 5R) hingga penyempurnaan komprehensif pada Siklus 2 s.d. 5 di tahap UAS (penguasaan metrologi presisi, teknik pemesinan bubut, dan analisis karakteristik material teknik), telah terjadi metamorfosis nyata dalam diri saya: dari seorang akademisi teknik menjadi guru vokasi profesional yang siap mengabdi dan melahirkan generasi teknisi Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter mulia.
Klik bagian ilustrasi tubuh (kepala, dada, kaki) di bawah ini untuk melihat visi pribadi dan langkah konkret saya sebagai pendidik.
Silakan klik bagian Kepala, Dada, atau Kaki pada ilustrasi guru di samping untuk membaca detail identifikasi diri.
Sebagai calon guru, saya memiliki visi untuk menjadi pendidik yang inspiratif, inovatif, dan profesional dalam membimbing peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Saya ingin menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menanamkan karakter, etos kerja, budaya industri, serta semangat belajar sepanjang hayat.
Saya memiliki visi agar pendidikan vokasi di Indonesia menjadi pilihan utama dan menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan nasional. Pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan, tetapi juga menjadi tempat membentuk karakter, etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan dunia industri.
Bagian ini sedang dalam tahap penyusunan dan akan segera diperbarui dengan refleksi komprehensif mengenai keseluruhan program PPG.
Bagian ini akan menampilkan inovasi-inovasi terbaru dalam praktik pembelajaran yang sedang dikembangkan.